Mengawali Hari dengan Cahaya Dhuha, Ikhtiar SD Muhammadiyah Wiwitan Cetak Generasi Berkarakter
Luwu, MediaSDMU - D Muhammadiyah Wiwitan mengawali kegiatan belajar mengajar dengan pembiasaan Sholat Dhuha berjamaah yang dilaksanakan pada Senin, (02/02/2026). Kegiatan bertajuk “Mengawali Hari dengan Cahaya Dhuha di SD Muhammadiyah Wiwitan” ini diikuti seluruh siswa sebagai bagian dari penguatan karakter dan spiritualitas sejak dini.
Kepala SD Muhammadiyah Wiwitan, Murianto, S.Pd., menjelaskan bahwa pelaksanaan Sholat Dhuha setiap pagi merupakan program rutin sekolah yang bertujuan membentuk kebiasaan ibadah sekaligus menanamkan nilai-nilai Islami dalam kehidupan siswa.
Pembiasaan ini kami rancang untuk menumbuhkan karakter disiplin, mandiri, dan bertanggung jawab melalui rutinitas harian yang positif,” ujar Murianto.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga berdampak pada kesiapan belajar siswa. Dengan mengawali hari melalui ibadah, siswa diharapkan memiliki fokus dan konsentrasi yang lebih baik sebelum menerima materi pelajaran di kelas. Selain itu, Sholat Dhuha menjadi sarana pembinaan spiritual guna memperkuat keimanan, menumbuhkan ketenangan hati, serta melatih kekhusyukan beribadah.
Program ini sekaligus menjadi bagian integral dari penerapan Kurikulum Al-Islam, Kemuhammadiyahan, dan Bahasa Arab (Ismuba) yang menjadi ciri khas pendidikan Muhammadiyah. Melalui Ismuba, sekolah tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga pembentukan akhlak dan kepribadian siswa secara menyeluruh.
Murianto berharap pembiasaan Sholat Dhuha dapat memberikan dampak jangka panjang bagi perkembangan peserta didik.
“Saya berharap melalui pembiasaan Sholat Dhuha setiap pagi, seluruh siswa SD Muhammadiyah Wiwitan dapat tumbuh menjadi generasi yang berakhlak mulia, disiplin, dan memiliki semangat belajar yang tinggi, sehingga kelak mampu menjadi insan yang bermanfaat bagi agama, bangsa, dan masyarakat,” katanya.
Dengan kegiatan ini, SD Muhammadiyah Wiwitan menegaskan komitmennya dalam menghadirkan pendidikan yang seimbang antara kecerdasan intelektual, spiritual, dan pembentukan karakter.

0 Comments